
SuaraUMKM, Jakarta – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya dengan memberikan bantuan stimulan permodalan kepada 200 pelaku UMKM.
Pemberian bantuan ini secara simbolis diresmikan oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, yang memberikan bantuan kepada 10 pelaku UMKM perwakilan. Para pelaku UMKM ini mayoritas bergerak di sektor kuliner, frozen food, kerajinan tangan, konvensi, dan bidang lainnya. Ke-10 pelaku UMKM tersebut berasal dari berbagai kecamatan yang tersebar di Kota Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan bahwa saat ini upaya untuk menguatkan sektor UMKM telah menjadi fokus penting. Ia mengingatkan pentingnya dukungan terhadap produk-produk buatan Indonesia.
Baca Juga : Kota Malang Bangun Zona Keripik, Siap Ekspor Ke Pasar Internasional
“Saat ini kita sedang menguatkan UMKM. Berkali-kali presiden menyampaikan kita harus bangga dengan buatan Indonesia. Maka, jangan hanya kewajiban kita belanja produk Indonesia saja, tapi juga kita siapkan kesiapan UMKM untuk melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Sutiaji, Senin, (21/8/2023).
Lebih lanjut, Sutiaji menggambarkan bahwa saat ini terjadi surplus dalam sirkulasi perdagangan antar daerah di Jawa Timur. Hal ini mendorongnya untuk mengambil langkah konkret dalam memperkuat UMKM di akhir masa jabatannya.
“Jika kebutuhan dasar di tingkat daerah bisa terpenuhi, maka perputaran ekonomi di daerah juga akan turut menguat. Maka kita harus kuatkan UMKM harus berdaya. Dengan cara by name by address, by need,” ujar Sutiaji.
Baca Juga : Berkat Pelatihan, Omzet UMKM Sambal di Kota Malang Naik 10 Kali Lipat
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menjelaskan bahwa pemilihan 200 penerima bantuan melibatkan proses kurasi dari lebih dari 5 ribu pelaku UMKM. Dalam pandangan Eko, bantuan ini menjadi tanggung jawab bersama terutama pemerintah dalam mendorong perkembangan ekonomi kerakyatan.
“Salah satunya dengan memberikan sarana untuk menaikan kelas dari mikro ke menengah,” ujar Eko.
Setelah menerima bantuan, para pelaku UMKM akan diberikan pendampingan. Bantuan senilai Rp1 miliar disalurkan dalam bentuk barang, termasuk perangkat printer, kemasan, freezer, dan notebook.
“Sentuhan ini memang diperlukan UMKM dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Termasuk promosi nanti semua diperlukan untuk memajukan UMKM. Langkah terdekat, kita akan dampingi dan bina untuk meningkatkan kapasitas,” pungkas Eko.
Sumber : Berita Jatim





