spot_img

Punya Peran Penting Tumbuhkan Ekonomi, Sri Mulyani: Hanya 18% UMKM Punya Akses Perbankan, Jauh dari Target

 

Sri Mulyani dalam International Seminar on Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, dan MSMEs to Promote Inclusive Growth, Rabu (11/5/2022).

SUARAUMKM.COM, Jakarta – Dalam acara International Seminar Digital Transformation For Financial Inclusion, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan akses usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke perbankan masih relatif kecil. Menurutnya, berdasarkan data yang ia miliki, hanya 18 persen UMKM yang memiliki akses ke perbankan.

Padahal UMKM memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Menkeu mengungkap, 67 persen dari jumlah pekerja di Indonesia bekerja di sektor UMKM.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa UMKM menyumbang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) meski hingga saat ini UMKM masih menghadapi tantangan, terutama soal akses keuangan.

“Saat ini kalau lihat di Indonesia, hanya sekitar 18 persen UMKM yang memiliki akses perbankan, ini jauh dari target 30 persen. Belum lagi selama pandemi mereka mengalami situasi yang cukup rentan,” kata Sri Mulyani yang hadir memberi sambutan dalam acara tersebut, Rabu (11/5/2022).

Sri Mulyani melanjutkan, UMKM merupakan salah satu dari tiga segmen yang belum mendapatkan inklusi keuangan. Selain UMKM, yang belum mendapatkan inklusi keuangan adalah perempuan dan anak muda.

Menurutnya, tiga sektor ini harus jadi perhatian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedepannya. Ia menyebut ketiganya tengah terdampak pandemi Covid-19 dan memiliki potensi untuk bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi ke depannya.

“Kami juga menyadari bahwa ini masih membutuhkan banyak pekerjaan di depan kami,” katanya.

Namun, yang jadi keuntungan, adanya kemajuan teknologi informasi turut andil menyasar kecakapan di tiga kelompok ini. Misalnya, transformasi digital melalui artificial intelligence hingga analisis big data yang jadi salah satu contoh yang memudahkan.

“Kemajuan inklusi keuangan khususnya pada segmen ini pemanfaatan perempuan dan UMKM,” katanya.

Dalam hal ini, Sri Mulyani mengatakan secara global data bank dunia menyebutkan hanya 69 persen orang di dunia yang memilki akses ke lembaga keuangan. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan data 2014 yang hanya sebesar 62 persen.

BACA JUGA :  Race Day Formula E dimulai, UMKM Ikut Hajatan di Event Internasional

Artinya, masih ada sekitar 30 persen populasi global yang belum memiliki akses finansial.

“30 persen ini kebanyakan perempuan dan UMKM,” katanya.

Angka itu tidak jauh beda dengan kondisi di Indonesia dimana hanya 62 persen penduduk yang memiliki akses ke perbankan pada 2020.

Sri Mulyani mengakui masih banyak tantangan yang menghalangi dalam mengejar inklusi keuangan baik di Indonesia maupun global. Selain itu, saat ini dunia tengah dihadapkan oleh berbagai tantangan pemulihan ekonomi. Di tengah pandemi Covid-19, ancaman selanjutnya adalah kondisi geopolitik dunia yang distimulasi oleh perang Rusia-Ukraina.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Popular

spot_img

Subscribe

Article
Related

Jumat Berkah, BRI BO Gatot Subroto Tebar 90 Paket ke Panti Asuhan Khoirul Ittihad Jakarta

JAKARTA - Semangat berbagi kembali digaungkan BRI. Kali ini...

Wawasan Nusantara: Panduan Lama untuk Tantangan Baru

Penulis : Daffa Atha Zafran Mahasiswa Program Studi Ilmu komunikasi...

International Webinar 2026 Bahas Dampak Geopolitik Global terhadap Pertumbuhan Bisnis Dalam Negeri

Bandung, 9 Juni 2026 — Perubahan geopolitik global kini...

BRI Bekasi Siliwangi Meriahkan CFD di GOR Patriot Bareng BRImo

BEKASI - BRI terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan...